Kamis, 23 Juli 2009

Akreditasi RS


Pada dasarnya tujuan utama akreditasi rumah sakit adalah agar kualitas diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan di rumah sakit. Akreditasi ini juga mempunyai tujuan khusus yaitu :

1. Memberikan jaminan, kepuasan dan perlindungan kepada masyarakat

2. Memberikan pengakuan kepada RS yang telah menerapkan standar yang ditetapkan

3. Menciptakan lingkungan internal RS yang kondusif untuk penyembuhan dan pengobatan pasien sesuai standar struktur, proses dan hasil (outcome).

Adapun manfaat Akreditasi adalah :

1. Sebagai alat bagi pemilik dan pengelola RS mengukur kinerja RS

2. Melindungi masyarakat dari pelayanan sub standar/malpraktek

3. Meningkatkan citra RS dan kepercayaan masyarakat.

Akreditasi ini penting dilaksanakan karena :

1. Masyarakat berhak mendapat pelayanan bermutu dan perlindungan yang layak

2. Adanya kewajiban RS memenuhi standar pelayanan kedokteran sehingga mutu pelayanan dapat dipertanggungjawabkan

3. Tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya harus mematuhi hak pasien dan harus pula mematuhi standar profesi.

KERANGKA ACUAN BIMBINGAN AKREDITASI RS


Pendahuluan
Pada umumnya kendala dan kesulitan manajemen rumah sakit dalam menghadapi survey akreditasi adalah kesulitan dalam mengartikan apa yang dimaksud dalam standard an parameter. Bimbingan akreditasi diberikan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan maksud agar manajemen rumah sakit dapat mengatasi kesulitan ini.

Tujuan
Umum :
Meningkatkan kinerja manajemen rumah sakit menghadapi akreditasi.

Khusus :
1. Menghilangkan perbedaan persepsi tentang standar dan parameter
2. Memberikan wawasan lebih luas tentang program akreditasi
3. Memberikan arahan dalam mempersiapkan akreditasi

Prosedur :
1. RS mengajukan permohonan bimbingan akreditasi secara tertulis yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif KARS dengan alamat :

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)
Gedung Depkes Lantai V, Blok B Ruang 511A
Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 No.4-9 Jakarta
Telp. 021-5201590 pes 1353 / 5265717
Fax. 021 – 5265717

Ketentuan :
a. Isi permohonan bimbingan mencakup waktu/tanggal RS siap menerima pembimbing.
b. Bidang pelayanan yang ingin dibimbing, jumlah dan lama kunjungan yang diinginkan untuk masing-masing pelayanan yang dibimbing.

2. Berdasarkan surat permohonan dari RS maka KARS akan memilih Pembimbing, mengeluarkan surat tugas dan ijin atasan langsung bagi Pembimbing yang ditugaskan oleh KARS.
3. KARS akan memberitahukan ke RS nama Pembimbing dan kapan kegiatan bimbingan bisa dilakukan. Kegiatan bimbingan dilaksanakan disesuaikan dengan jadwal waktu yang diajukan oleh RS dan kegiatan lain dari KARS
4. Satu minggu sebelum bimbingan dilakukan RS agar mentranfer biaya bimbingan sesuai dengan paket dan bidang pelayanan yang dipilih RS kepada Sekretariat KARS ke rekening :

Komisi Akreditasi Rumah Sakit
a.n. Dra. Masaah Amatyah, M.Kes
Bank BNI’46, Cabang Tebet, Jakarta.
No. Rekening : 0011802402

5. Dua minggu setelah melakukan bimbingan, pembimbing wajib menyerahkan laporan kepada : Sekretariat KARS, dan RS.

Pelaksanaan Bimbingan
Bimbingan akan dilaksanakan sesuai dengan bidang pelayanan yang dipilih oleh RS. Pada dasarnya kegiatan Pembimbing adalah :
1. Memberikan penjelasan tentang akreditasi dan bidang pelayanan yang akan dibimbing secara umum.
2. Melakukan analisa situasi sehingga diperoleh gambaran pemahaman RS terhadap standar dan instrumen self assesment dan seberapa jauh standar dan instrument tersebut telah dipenuhi oleh rumah sakit.
3. Memberikan saran/petunjuk langkah-langkah yang perlu dilakukan rumah sakit dan dokumen yang perlu disediakan untuk mencapai masyarakat akreditasi.

Bidang Pelayanan
Bidang pelayanan yang dapat dipilih untuk dibimbing ada 16 pelayanan yaitu :
I. Bidang Administrasi
1. Pelayanan Administrasi dan Manajemen
2. Pelayanan Rekam Medis
3. Pelayanan Farmasi
4. Program K3
II. Bidang Medis
1. Pelayanan Medis
2. Pelayanan Gawat Darurat
3. Pelayanan Kamar Operasi
4. Pelayanan Intensif
5. Pelayanan Laboratorium
6. Pelayanan Radiologi
7. Pelayanan Rehabilitasi Medik & Pelayanan Darah
III. Bidang Keperawatan
1. Pelayanan Keperawatan
2. Pelayanan Perinatal Resiko Tinggi
3. Pelayanan Infeksi
4. Pelayanan Gizi

Jenis dan Jumlah Kunjungan
Rumah Sakit dapat menetapkan jumlah hari kunjungan yang diinginkan untuk tiap-tiap bidang pelayanan

Contoh:
 RS Milik Pemerintah
RS A mengajukan bimbingan untuk 1 pelayanan Administrasi & manajemen. Biaya yang dibayarkan ke KARS Rp. 1.000.000,-

 RS Milik BUMN, RS BLU, RS Swasta
RS B mengajukan bimbingan 2 pelayanan yaitu Administrasi & manajemen dan Rekam Medis. Biaya yang dibayarkan ke KARS Rp. 3.000.000,-


Biaya Bimbingan
 RS milik Pemerintah denngan jumlah tempat tidur kurang dari 150 TT, biayanya : Rp. 1.000.000,- / Pelayanan / hari

 RS milik BUMN, RS BLU & RS milik Perseroan Terbatas (PT) / Yayasan dengan tempat tidur lebih dari 150 TT, biayanya : Rp. 1.500.000,- / Pelayanan / hari

Catatan :
Biaya tersebut :
 Belum termasuk transportasi dan akomodasi Pembimbing Akreditasi RS
 Sudah termasuk fee Pembimbing


Nama – Nama Pembimbing

I. Pembimbing Administrasi
1. Dr. Boedihartono, MHA
2. Dr. Soedastri, MHA
3. Dr. Sofyan Syahboedin, MPH, MHA, MM
4. Dr. Luwiharsih, M.Sc
5. Dr. S.K. Poerwani, MARS
6. Dr. Nina Sekartina, MHA
7. Dr. H. Mgs. Johan T.Saleh, M.Sc
8. DR.Dr. Sutoto, M.Kes
9. Dr. R. Rifayantini, MHA
10. Dr. Nurul Ainy Sidik, MARS
11. Dr. H. Sri Handono, MPHM
12. Dr. Yanuar S. Maarifat, MPH, MM
13. Dr. Tri Hastuti, MS

II. Pembimbing Medis
1. Dr. Robby Tandiari, Sp.Rad, FICS
2. Dr. Nico A. Lumenta, K. Nefro, MM
3. Dr. Farida Djajal, Sp.KK
4. Dr. Anggraeni Wiyono, Sp.THT
5. Dr. Abdul Bar Hamid, Sp.S
6. Prof. DR. JB. Suparyatmo, Sp.PK
7. Dr. Rahmat Wahjudiana, Sp.B
8. Dr. Nana Supriana, Sp.R
9. Dr. Koesno Martoatmodjo, Sp.A
10. Dr. Harry Hartoyo, Sp.RM
11. Dr. Djoti Atmojo, Sp.A
12. Prof. dr. Amiruddin Alliah, Sp.S(K)
13. Dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M
14. Dr. C. Prabani Setiodrestiono, Sp.B
15. Dr. Adam Sudjodi, Sp.B
16. Dr. Soeprapto Miharso, Sp.PK.FS
17. Dr. Soetopo Kirlan, Sp.BT, Sp.B, MARS
18. Dr. Agung P. Sutiyoso Sp.BO, MARS
19. Dr. M. Soebijanto, Sp.PD, MM
III. Pembimbing Keperawatan
1. DR. Rokiah, K. SKM, MHA
2. Lismidar, SKM
3. Gandauli Panggabean, SKM
4. Saida Simanjuntak, S.KP, MARS
5. Maria I.Wijaya, SKM
6. Rasmanawati, S.KP.MM
7. Sri Rejeki, SH, MARS
8. Siti Pertiwi, S.Pd
9. Mariani Situmorang, SKM, MHA
10. Rumondang Panjaitan, S.Kp
11. Misparsih, S.Kp.M.Kep
12. Dra. Pipih Karniasih, S.Kp.M.Kes
13. Ruti Nubi, SKM
14. Astuti Sri Wardhani, SKM
15. Rismawati Syarief, S.Kp.M.Kes

Kamis, 12 Maret 2009

Psoriasis


16/Feb/2009
Pola Haid Tak Teratur, Waspadai Gejala Psoriasis

JAKARTA, MINGGU — Konsultan kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Dr Azen Salim memperingatkan wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur berpeluang terkena psoriasis.

Hal tersebut disampaikannya pada acara edukasi awam setop psoriasis yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Psoriasis Indonesia (KPPI), Jakarta, Minggu (15/2).

Psoriasis adalah penyakit genetik dan nongenetik, tidak menular, sejenis kelainan kulit yang ditandai dengan proses pergantian kulit yang terlalu cepat dan mengakibatkan kemerahan bersisik.

Penyakit ini belum bisa disembuhkan, tetapi hanya bisa dilakukan perawatan. Menurut Azen, penyakit ini sebenarnya dapat menyerang wanita dan pria. Namun, karena pengaruh hormon esterogen yang terus berubah-ubah jumlahnya pada wanita, menjadi pemicu tersendiri untuk timbulnya psoriasis.

Ia menjelaskan bahwa ada hubungan antara hormon esterogen dan psoriasis. Pada hormon esterogen, menurutnya, ada tiga jenis lagi yang membaginya, yaitu estrone, estradiol, dan estriol. Kedua hormon yang memiliki keterkaitan adalah estrone dan estradiol. "Estrone ini biasanya terdapat pada perempuan obesitas," ujar Azen.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan adanya kadar estrone yang tinggi dapat menekan sistem ovulasi sehingga menyebabkan telatnya menstruasi. Selain itu, hormon estradiol yang seharusnya menurun ketika sel telur matang pecah pada keadaan normal, justru akan tetap tinggi pada keadaan tidak normal di mana sel telur matang tidak kunjung pecah.

Menurut Azen, jumlah hormon yang tak stabil ini memicu adanya gangguan imunologis sehingga turut memicu timbulnya psoriasis. Namun, ia tidak bisa memastikan kalau siklus haid tak teratur merupakan gejala psoriasis.

Mengingat penyakit ini juga disebabkan faktor genetis, diperlukan diagnosis yang teliti untuk mengetahui adanya penyakit psoriasis karena sulit membedakan dengan penyakit kulit biasa.

C3-09



Menjadi Vegetarian Kurangi Risiko Psoriasis

JAKARTA, MINGGU — Ahli gizi dr Ekky M Rahardja, MS, SpGk mengatakan bahwa dengan menjadi vegetarian dapat menurunkan kadar penyakit psoriasis.

Menurutnya, psoriasis adalah suatu proses inflamasi yang menyebabkan kelainan pada sistem kekebalan tubuh (autoimunitas) yang kemudian berefek pada kelainan kulit yang ditandai dengan proses pergantian kulit yang terlalu cepat.

Untuk mengendalikan proses inflamasi tersebut, menurutnya, dibutuhkan asupan makanan yang antiinflamasi, seperti sayur-sayuran hijau, buah-buahan, dan ikan segar.

Hal tersebut disampaikannya pada acara edukasi awam stop psoriasis di Jakarta, Minggu (15/2). Lebih lanjut ia menceritakan sebuah kisah tentang para tahanan perang dunia yang berhasil meredam penyakit psoriasis selama mereka di penjara.

"Selama di penjara para tahananan tersebut hanya diberi makan sayuran. Hasilnya selama mereka di penjara, psoriasis mereka tidak pernah kambuh. Namun setelah mereka keluar dari penjara dan bebas makan apa saja justru psoriasis mereka kembali kambuh," papar Ekky.

Ia juga meyakinkan kepada semua peserta yang hadir bahwa menjadi vegetarian akan membuat Anda tetap sehat dan bugar.

Ia menampik semua pendapat yang mengatakan bahwa menjadi vegetarian akan membuat badan kita lemas karena kekurangan protein. Menurutnya, dengan menjadi vegetarian tubuh kita akan tetap sehat karena pada dasarnya kita lebih dekat kepada makhluk herbivora bila melihat anatomi kita.

Namun, ia juga menganjurkan untuk mengombinasikan pola makan kita sekali-kali dengan mengonsumsi daging. Pasalnya kandungan zat besi dan kalsium yang ada pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada kalsium yang ada di sayur.

C3-09


Ancaman Psoriatic Artritis bagi Penderita Psoriasis

JAKARTA, MINGGU — Ahli rheumatologist/persendian dr Cecilia R Padang, PhD, FACR mengatakan bahwa 30 persen dari penderita psoriasis positif terkena psoriatic artritis.

Ia menjelaskan bahwa psoriatic artritis atau radang sendi psoriatik adalah proses kerusakan atau erosi tulang dan gangguan sendi yang terjadi akibat gangguan imunologis serta proses inflamasi yang terjadi terus-menerus.

Hal tersebut diungkapkannya pada acara edukasi awam stop psoriasis yang diadakan oleh komunitas peduli psoriasis Indonesia (KPPI), Jakarta, Minggu (15/2).

Menurutnya, wanita dan pria memiliki risiko yang sama untuk terkena radang sendi ini. Tanda-tanda yang biasanya dapat terlihat dari radang sendi antara lain adalah terjadi pembengkakan di daerah sendi, kemerahan dikelilingi sisik, warna keperakan, terutama di daerah siku, lutut, kulit kepala, dan punggung bagian bawah.

Sering kali tanda-tanda tersebut diikuti rasa gatal dan nyeri yang sangat. "Pada umumnya radang sendi ini menyerang sendi kecil ujung jari tangan dan kaki. Akan terjadi kelainan pada kuku dan timbul bercak-bercak merah pada kuku," jelas Cecilia.