Senin, 19 Januari 2009

Haji BALDA II


Setelah miqat di pesawat kita menuju Mekkah tentunya dengan prosesi  imigrasi yg lamban di airport Jeddah, dari Jeddah menuju Mekkah, jaraknya kurang lebih 50 menit.

Sampai di Hotel Hilton bintang 5, kita istirahat 15 menit, waktu itu jam menunjukkan jam 2 pagi, kita wudhu lalu ngumpul dilobi untuk menuju Masjidilharam, jaraknya sangat dekat karena hotel kami dipelataran masjid. Dengan dibimbing muthawif (ustaz) kita melakukan umrah (tawaf 7 kali dan sai 7kali + tahalul).  Waktu itu masih sepi..eh kita solat subuh deh setelah itu.


 Hilton Mekkah
Setelah prosesi umrah maka kami memasuki hari haji, hari haji itu hari-hari dimana kita akan:
1.Mabid di Mina
2.Wukuf di Arafah
3.Mabid di Muzalifah
4.Kembali Mabid di Mina (lempar jumarat)
di Mekkah pada waktu itu sudah ada hotel Zam-zam, namun belum ada tower big band....(jam raksasa), masih ada bindawood dan Intercont Hotel...klo mo shoping biasanya kita ke bindawood atau mall di zam-zam tower.
Ust. Pembimbing kami namanya ust. makruz dan dainya adalah KH. Agus Salim, salah satu pengurus ICMI dan Deputi Menteri Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.

Kami dibimbing setiap kali umrah, namun ketika kita minta ijin melakukan tawaf sendirian maka diperbolehkan. Sholat Shubuh, Zuhur, Ashar, Magrib dan Isya kami melaksanakan di Masjidil Haram

Mengenai makanan, disekitar masjid banyak yang menjual makanan, namun mayoritas makanan adalah sandwich dan makanan timur tengah, tetapi kalo mau makanan tanah air juga ada yang menjualnya, jadi tidak usah khawatir dan tidak usah banyak-banyak bawa makanan dari Indonesia, cuma bikin capek dan males di pemeriksaan bandara saja.


salah satu bis di Saudi

Setelah 2 hari kurang lebih di Mekkah, kita menuju mina mengunakan bis yang disupiri oleh mukimin Indonesia, alhamdulillah banget karena driver kami orang sendiri buka orang mesir atau India yang kurang faham dengan adat kita. kami ditempatkan di apartemen terdekat dengan Mina, untuk mabid, selama diapartemen hanya diisi oleh orang kita (satu lantai) dan dibawahnya di tempati oleh orang Afrika Selatan (mayoritas keturunan India) di apartemen kami juga disediakan makanan Indonesia, minuman, kopi, teh yang cukup (bahkan berlebihan) oleh PT. BALDA

Sore harinya kita diajak untuk melihat ke tenda kita di Mina, dekat kok, cuma 1km  (yang tidak sanggup boleh tinggal di apartemen), namun esok harinya kita semua beranjak ke Mina untuk mabid didalam tenda yang sudah disediakan muasasah yang berkerjasama dengan PT.BALDA tentunya lagi-lagi kita disediakan makanan dan minuman yang berkecukupan.

Waktu itu BB baru-baru aja keluar,  penulis belum punya waktu itu hehehehe...masi pake Nokia... :p, maka dimina pun menjadi ajang narsis untuk foto-foto dengan memakai ihram, oh iya kondisi wc di Mina cukup banyak, tapi ya tetep aja ngantri, usul dari saya jangan banyak-banyak minum teh dan makan-makanan yang karbonya tinggi, bisa-bisa sering kebelakang deh.


WCnya disana menggunakan wc jongkok dan selang semprot (untuk yang disability pake wc duduk) untuk mandi disarankan cukup 1 kali sehari,  jangan lebih. Selain rempong, juga membuat kulit kering di musim dingin, klo kering bisa gatel trus jadi infeksi.Sering-seringlah pakai pelembab. 

Setelah mabid dimina sampai dengan jam 06 pagi pada 9 Zulhijah, maka kami menuju ke arafah untuk wukuf. Sah wukuf adalah tiba di Arafah sebelum terbenamnya matahari. Setelah tiba di arafah, maka kami berwukuf ria dengan memperbanyak do'a, mengaji, dengar tausiyah dari pak kiyai, tidur, pasrah diri kepada sang Khalik. oh iya pada tahun ini (2008) ada kejadian luar biasa, yaitu tidak masuknya katering makanan ke jamaah ONH biasa. Kami yang ONH yang di panitiakan oleh PT.BALDA Alhamdulillah tidak kekurangan makanan, bahkan berlebih, tapi apa daya kita tidak dapat menuju kesaudara-saudara kita, dikarenakan jauhnya dan tidak tahunya letak tenda saudar-saudara kita tersebut. Mungkin kali inilah penulis merasakan betapa tidak berartinya uang saat itu, walaupun kita sumbang uang kesaudara kita tetap saja tidak ada yang masuk makanan pada waktu itu. Itupun kita tahu saudara-saudara kita kelaparan setelah browsing dr hp salah satu jamaah atau sms dari tanah air yang menanyakan apakah kita kelaparan??? Bukan dari Arafah sendiri kita dapatkan informasi tersebut.



Setelah wukuf dan terbenamnya matahari maka seluruh jamaah haji yang telah wukuf pada hari itu melanjutkan mabid di Muzalifah, namun kebanyakan jamaah saking macetnya perjalanan dari Muzalifah menuju Mina mabid dilakukan di dalam bis. Dalam perjalanan di Muzalifah kita disunahkan mengambil batu di Muzalifah untuk melempar jumarat. Sebenarnya batu jumarat tidak harus diambil di Muzalifah tapi disunahkan diambil di tanah haram, yakni muzalifah dan disekitar tanah masjidil haram. Pertanyaanya apakah boleh ambil batu di Mina saja? Jawabnya BOLEH. Selama di perjalanan menuju Mina cukup padat dan macet bisa berjam-jam, bahkan penulis akhirnya menyiapkan botol aqua untuk BAK didalam bis.

 mengambil batu di Muzalifah



Sesampainya di Mina kita masuk tenda, tetap beribadah, berdo'a dan mendengarkan tausiah KH.Agus Salim. Waktu itu kita berdekatan dengan tenda jamaahnya aa' gym jadi kita gunakan momen tersebut untuk berfoto-foto dengan aa’ gym.
Di mina kita mabid sambil menunggu waktu untuk lempar jumarat. Alhamdulillah lokasi tenda kita berdekatan dengan tempat lempar jumarat. Kurang lebih 500 m. Waktu itu, lokasi lempar jumarat telah berubah dari yang Cuma 2 tingkat menjadi bertingkat-tingkat. Bagi yang disability dapat menggunakan lift untuk mencapai tingkatan yang sepi untuk pelempar batu kepada syaithon, sedangkan yang sehat disediakan eskalator. Waktu yang dijadwalkan bagi WNI adalah bukan pada jam-jam sunahnya melempar jumarat, yakni pada ba’da shubuh s.d waktu dhuha. Saking sepinya pelempar jumarat, kita dapat berfoto2 ria waktu melempar batu kepada syaithon dengan bermacam gaya. Apakah ini syah? Wallahu’alam. Selesai prosesi lempar jumarat kita bebas dari bersuci (berihram) 50% dengan cara tahalul/memotong kuku, kenapa 50% karena masi tidak diperbolehkan berhubungan suami istri, sebelum dilakukannya


 Masjidilharam

Malamnya kita ke Masjidil haram untuk melakukan thawaf haji dan sai. Selesai itu terbebas 100% dari berihram, dapat melakukan hubungan suami istri. Selesai tawaf kita kembali ke Mina untuk mabid melanjutkan lempar jumarat.
Balda melakukan lempar jumarat dengan nafar awal, yakni hanya dua hari saja untuk lempar jumarat, maka total batu yang disiapkan adalah 49 butir.
Rincian batu tersebut sebagai berikut:
  1. Tujuh butir batu untuk melempari Jamrah Aqabah pada Hari Nahar. Karena hanya melontar Jumrah Aqabah saja.
  2. 21 butir batu dilemparkan pada hari ke-2. Karena jamarat yang akan dilontar ada tiga buah, masing-masing tempat jumrah dilempar dengan tujuh batu.
Jika para jamaah meninggalkan Mina pada hari ke 2, maka totalnya 7+12+12 = 49 butir batu




Tidak ada komentar: